20 Februari Tonggak Penggenapan Janji Allah; Warga Ahmadi Lamunti Peringati Hari Muslih Mauud ra

 
(Acara Jalsah Yaum-e-Muslih Mauud (Hari Muslih Mauud) di Masjid Baiturrahman Jemaat Ahmadiyah Lamunti / sumber: Mln.Ahmad Ramdhan)

(21/2) Lamunti - Jelang hari ke-4 di bulan ramadhan warga ahmadiyah lamunti peringati Hari Muslih Mauud yang jatuh setiap tanggal 20 Februari, yang mana pada hari itu merupakan pemenuhan janji Allah ta'ala kepada Hz.Masih Mauud as berkenaan dengan anak yang dijanjikan sebagai pembaharu dan reformer. Dengan itu sesuai perintah Amir Nasional JAI bahwa agar dilaksanakan Jalsah Muslih Mauud ra pada hari Sabtu 21 Februari 2026. 

Acara diawali dengan berbuka puasa bersama, shalat mahgrib berjamaah, makan malam, shalat isya dan shalat tarawih. Kemudian disusul acara inti yaitu Jalsah Yaum-e-Muslih Mauud yang di pimpin oleh bapak sekertaris tarbiyat cabang. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Firmansyah dan dilanjutkan sambutan oleh Ketua Cabang.



Mubaligh setempat Mln.Ahmad Ramdhan selaku narasumber acara menyampaikan topik terkait Riwayat Singkat Kehidupan Khalifah ke II dari mulai masa kanak-kanak hingga kewafatannya dan dilanjutkan pembahasan buku yang ditulis oleh khalifah ke II yang berjudul AHMADIYAH OR THE TRUE ISLAM (AHMADIYAH ATAU ISLAM SEJATI).

Buku tersebut membahas bagaimana khalifah kedua meluruskan pemahan pemahan orang orang barat terhadap islam yang disampaikan didalam konfrensi yang dilakukan dilondon pada saat itu dan kedatangan khalifah ke dua ke London merupakan penggenapan dari mimpi Hz Masih Mauud as.

Pendiri Jemaat Muslim Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. (Imam Mahdi dan Al-Masih Al-Mau'ud) bersabda :

"Aku melihat dalam rukya (mimpi) bahwa aku di kota London berdiri di sebuah mimbar sedang menerangkan kebenaran Islam dalam bahasa Inggris dengan sebuah keterangan dan dalil-dalil yang sangat lengkap. Kemudian setelah itu, aku menangkap banyak sekali burung –burung berwarna putih yang bertengger di ranting-ranting kayu kecil dan mungkin layaknya cocok tubuhnya dengan tubuh burung dara."

Darisanalah tonggak awal penyebaran Islam Ahmadiyah ke Eropa dan ke Barat. Dan kita ketahui bersama dimasa Khalifahan kedua perkembahan Jemaat muslim Ahmadiyah begitu pesatnya baik di Eropa, Amerika bahkan di Asia termasuk di Indonesia. 

Setelah penyampian materi dilanjutkan dengan diskusi dan Acara diakhiri dengan Doa penutup, selanjutnya seluruh anggota beristirahat untuk melanjutkan shalat tahajud berjamaah dan sahur bersama setelah sahur dilanjutkan Shalat Subuh berjamaah dan Dars subuh bersama. 


Sumber : Mln.Ahmad Ramdhan



GALERI :



Komentar

Berita Terkini